<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>NICK HYE NHA</title>
	<atom:link href="http://nika.blog.uns.ac.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nika.blog.uns.ac.id</link>
	<description></description>
	<pubDate>Fri, 21 May 2010 14:56:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>aslab fisdas 3</title>
		<link>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/10/06/aslab-fisdas-3/</link>
		<comments>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/10/06/aslab-fisdas-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 07:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nika.blog.uns.ac.id/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Polarized-lens itulah nama sebuah lensa yang diberi lapisan filter untuk menyaring berkas cahaya tertentu yang melalui lensa tsb. Lensa dengan filter ini memiliki suatu keunggulan utama, yaitu dapat menahan efek pantulan cahaya menyilaukan yang datang dari permukaan bidang datar (horizontal) seperti halnya pada permukaan laut, salju, kaca mobil, awan, jalanan dll. Dengan lensa ini pandangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold">Polarized-lens </span>itulah nama sebuah lensa yang diberi lapisan filter untuk menyaring berkas cahaya tertentu yang melalui lensa tsb. Lensa dengan filter ini memiliki suatu keunggulan utama, yaitu dapat menahan efek pantulan cahaya menyilaukan yang datang dari permukaan bidang datar (horizontal) seperti halnya pada permukaan laut, salju, kaca mobil, awan, jalanan dll. Dengan lensa ini pandangan mata menjadi lebih teduh namun tetap kontras dalam membedakan warna-warni pada nuansa pandangannya.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polarisasi" target="_blank">Efek polarisasi</a> cahaya pertama kali  ditemukan oleh seorang ahli matematika <span style="font-weight: bold">Etienne Louis Malus</span>, pada tahun 1808. Seperti kita ketahaui, bila suatu cahaya yang merambat secara transversal direfleksikan pada suatu bidang datar, maka gelombang pantulan cahaya itu akan dirambatkan satu arah yang tegak lurus terhadap bidang rambatnya. Berkas cahaya matahari yang datang dari arah sudut tertentu pada permukaan kaca atau permukaan air, ia akan di&#8217;refleksi&#8217;kan dan di&#8217;polarisasi&#8217;kan pula oleh permukaan bidang2 datar tersebut. Sinar pantulan yang telah terpolarisasi itu bersama sinar dari lingkungan sekitarnya, akan dirambatkan menuju mata kita yang bila digambarkan ia memiliki dua komponen gelombang. Yang pertama adalah komponen gelombang yang &#8216;vertikal&#8217;, dan kedua adalah komponen gelombang &#8216;horizontal&#8217; (yang berasal dari hasil polarisasi cahaya pada pantulan permukaan bidang datar tersebut). Komponen cahaya dari gelombang yang horizontal inilah akan diblokir oleh &#8216;lensa polarized&#8217; dengan arah &#8216;polaris&#8217; yang vertikal.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_rLcwIb1wVXs/SUPfsYlNlBI/AAAAAAAAAAo/66p-ZbV3uds/s1600-h/polarisasi.JPG" target="_blank"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;width: 306px;height: 320px" src="http://4.bp.blogspot.com/_rLcwIb1wVXs/SUPfsYlNlBI/AAAAAAAAAAo/66p-ZbV3uds/s320/polarisasi.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
Bila kita sadari dalam realitasnya di alam, maka kita akan melihat begitu banyak cahaya yang dipantulkan dari bidang yang horizontal. Contohnya saja seperti apa yang telah disebutkan diatas ; lautan, salju, jalanan, kaca mobil, dan lain sebagainya. Maka secara khusus lensa ini dibuat berdasarkan kebutuhan itu. Hal ini sangat berguna bagi banyak orang yang melakukan aktivitasnya di tempat2 yang banyak terdapat berkas2 pantulan dari cahaya matahari. Sebagai salah-satu contohnya, yaitu bagi para pengendara mobil. Dimana, silau yang di timbulkan oleh pantulan serta pembiasan dari kaca mobil di depannya tentulah sangat mengganggu pandangan mata pengemudinya. Dengan lensa polarized ini, nuansa pada pandangan mata akan menjadi sangat teduh dan nyaman, namun tetap kontras&#8230;&#8230;</p>
<p>Video diatas adalah salah satu contoh produk lensa yang telah berhasil atas penggabungan antara <span style="font-style: italic">teknologi Polarized</span> dengan <span style="font-style: italic">teknologi Phototrope / Photochromic</span> (lensa mengalami perubahan warna bila dilalui sinar UV). Produk ini dikhususkan bagi para pengemudi otomotif serta aktivitas lainnya <span style="font-style: italic">di siang atau sore hari</span>, dimana banyak terdapat berkas pantulan dan pembiasan dari daerah sekitarnya.</p>
<p>Terimakasih&#8230;.</p>
<h3 class="post-title"><a href="http://vesainstwo8.blogspot.com/2009/08/polarisasi-dengan-cara-absorbsi.html">Polarisasi dengan cara absorbsi selektif</a></h3>
<p>PENGERTIAN</p>
<div style="text-align: justify">polarisasi cahaya merupakan proses pembatasan getaran gelombang cahaya sehingga menjadi satu arah getar saja. polarisasi cahaya dapat dilakukan dengan beberapa cara. salah satunya adalah dengan absorbsi selektif.</div>
<div style="text-align: justify">polarisasi cahaya dengan cara ini dilakukan dengan suatu polaroid yang akan meneruskan gelombang-gelombang yang arah getarannya sejajar dengan suatu transisi dan menyerap gelombang-gelombang pada arah getaran lainnya</div>
<p>PROSES POLARISASI</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_SGOkKTYM-iw/SoVjaj9hpSI/AAAAAAAAAEs/X6KNFZhEnbc/s1600-h/polarisasi.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;width: 410px;height: 229px" src="http://3.bp.blogspot.com/_SGOkKTYM-iw/SoVjaj9hpSI/AAAAAAAAAEs/X6KNFZhEnbc/s320/polarisasi.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Seberkas cahaya alami menuju ke polarisasi. di sini cahaya akan dipolarisasi secara vertikal, yaitu hanya komponen vektor medan listrik<span style="font-weight: bold"> E</span> yang sejajar dengan sumbu transisi saja yang akan dilewatkan, sedangkan yang lainnya akan diserap. cahaya terpolarisasi yang masih kuat medan listriknya belum berubah menuju analisator dengan sudut antara transisi analisator dengan sumbu transisi polarisator adalah <a href="http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=%5Cfn_phv%20%5Cbg_white%20%5Cinline%20%5CTheta" target="_blank"><img src="http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_phv%20%5Cbg_white%20%5Cinline%20%5CTheta" alt="" /></a>. Dianalisator, semua komponen <span style="font-weight: bold">E</span> yang tegak lurus dengan sumbu transisi analisator diserap, hanya komponen <span style="font-weight: bold">E</span> yang sejajar sumbu analisator yang akan diteruskan</p>
<div class="post hentry">
<div class="post-body entry-content"></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/10/06/aslab-fisdas-3/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>News</title>
		<link>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/09/30/news/</link>
		<comments>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/09/30/news/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 11:28:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nika.blog.uns.ac.id/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[10 Ramalan Kiamat yang tidak TERBUKTI
KOMPAS.com -  Munculnya film &#8220;2012&#8243; yang didasari ramalan kiamat dari kalender Maya  membuat banyak orang membicarakan jaman akhir. Banyak yang menganggap ramalan  itu sesat, namun ada juga yang sedikit percaya. Namun ternyata ramalan tentang  kiamat yang kebanyakan berasal dari latar belakang keagamaan, sudah sering  diungkapkan. Sepuluh di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="ha"><span class="hP">10 Ramalan Kiamat yang tidak TERBUKTI</span></h1>
<p><strong><span style="font-size: 11pt;font-family: 'Maiandra GD'">KOMPAS.com </span></strong><span style="font-size: 11pt;font-family: 'Maiandra GD'">-  Munculnya film &#8220;2012&#8243; yang didasari ramalan kiamat dari kalender Maya  membuat banyak orang membicarakan jaman akhir. Banyak yang menganggap ramalan  itu sesat, namun ada juga yang sedikit percaya. Namun ternyata ramalan tentang  kiamat yang kebanyakan berasal dari latar belakang keagamaan, sudah sering  diungkapkan. Sepuluh di antaranya - yang kemudian terbukti meleset -  adalah:</span></p>
<p>1. Ayam Peramal dari Leeds,  1806</p>
<p>Sejarah mencatat banyak tokoh yang menyatakan bahwa jaman akhir  hampir tiba ditandai dengan kedatangan nabi. Tapi mungkin &#8216;nabi&#8217; yang paling  aneh adalah seekor ayam petelur dari kota  Leeds, Inggris, 1806. Ayam ini awalnya disangka  menghasilkan telur yang bertuliskan &#8220;Kristus akan datang&#8221;. Seiring menyebarnya  kabar mujizat ini, banyak orang menjadi percaya bahwa kiamat hampir tiba -  hingga seorang penduduk yang penasaran akhirnya mengawasi sang ayam ketika  bertelur dan menyaksikan penipu yang menuliskan kalimat itu.</p>
<p>2. Kaum  Millerite, 23 April 1843</p>
<p>Seorang petani di New England bernama William  Miller, setelah beberapa tahun mempelajari Alkitab, menyimpulkan bahwa waktu  yang dipilih Tuhan untuk menghancurkan dunia bisa disimpulkan dari penafsiran  harafiah isi Alkitab. Ia menjelaskan ini pada siapa saja, bahwa dunia akan  berakhir sekitar 21 Maret, 1843 dan 21 Maret, 1844. Ia berkotbah dan menerbitkan  tulisan cukup banyak dan memimpin ribuan orang (yang disebut kaum Millerite)  yang meyakini bahwa tanggal pasti kiamat adalah 23 April 1843. Banyak yang  menjual atau menyumbangkan semua harta miliknya karena percaya semuanya tak  dibutuhkan lagi; tapi ketika tanggal 23 April datang (tapi Yesus belum juga  datang) maka grup itu pun dibubarkan - lalu sebagian dari mereka membentuk  gerakan yang hingga kini dikenal sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh  (Seventh Day Adventist)</p>
<p>3. Armageddon/Kiamat kaum Mormon , 1891 atau  sebelumnya</p>
<p>Joseph Smith, pendiri gereja Mormon, mengadakan rapat  gerejanya pada Februari 1835 untuk memberitahu bahwa ia berbicara pada Tuhan.  Selama pembicaraan itu, Smith mengakui bahwa Yesus akan kembali dalam 56 tahun  ke depan, dan selanjutnya masa akhir jaman akan segera dimulai.</p>
<p>4. Komet  Halley, 1910</p>
<p>Tahun 1881 seorang astronom, dari analisa spektral,  menemukan bahwa ekor komet mengandung gas mematikan yang disebut cyanogen (dari  asal kata sianida). Tadinya ini tak terlalu menarik hingga seseorang menyadari  bahwa lintas bumi akan berpotongan dengan ekor komet Halley di tahun 1910.  Apakah permukaan planet akan terselubung oleh gas beracun? Itulah spekulasi yang  dicetak di halaman depan koran &#8216;The New York Times&#8217; dan sejumlah koran lainnya,  yang mengakibatkan menyebarnya panik di seluruh AS dan di negara lainnya.  Akhirnya para ilmuwan dengan kepala dingin menjelaskan bahwa hal itu tak patut  dikhawatirkan.</p>
<p>5. Pat Robertson, 1982</p>
<p>Mei 1980, televangelis dan  pendiri Koalisi Kristen, Pat Robertson mengejutkan dan menakuti banyak orang  ketika ia menyatakan dalam acara TV-nya, &#8220;700 Club&#8221;, pada pemirsa di seluruh  dunia bahwa ia tahu kapan dunia akan berakhir (padahal dalam Alkitab sendiri di  Matius 24:36 tentang kiamat dinyatakan &#8220;Tentang hari dan saat itu tidak  seorangpun yang tahu, bahkan malaikat-malaikat di sorga tidak tahu&#8221;). &#8220;Saya  menjamin bahwa di tahun 1982 akan ada penghakiman dunia,&#8221; kata  Robertson.</p>
<p>6. Heaven&#8217;s Gate, 1997</p>
<p>Ketika komet Hale-Bopp muncul  tahun 1997, muncul isu bahwa pesawat alien tengah mengikuti komet itu - dan hal  itu ditutupi oleh NASA dan komunitas astronomi. Walau dugaan itu dibantah oleh  para astronom (dan bisa dibantah siapa saja yang memiliki teleskop yang bagus),  tapi isu ini sempat disiarkan dalam acara radio &#8220;Coast to Coast AM&#8221; yang  dibawakan Art Bell dan bertemakan paranormal. Dugaan ini menginspirasi suatu  kultus pemercaya UFO (<em><span style="font-family: 'Maiandra GD'">Unidentified  Flying Object </span></em>yang dianggap pesawat alien) di San Diego yang menamakan  diri &#8216;Heaven&#8217;s Gate&#8217; untuk mempercayai bahwa dunia akan segera berakhir. Dunia  memang berakhir bagi 39 anggota kultus itu yang bunuh diri pada 26 Maret  1997.</p>
<p>7. Nostradamus, Agustus 1999</p>
<p>Karya tulis Michel de  Nostradame yang sangat membingungkan dan metaforis telah menarik perhatian  banyak orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisannya, yang ketepatannya sangat  tergantung pada interpretasi yang sangat fleksibel, telah diterjemahkan dan  diterjemahkan-ulang dalam puluhan versi yang berbeda. Salah satu baris  tulisannya menyebutkan, &#8220;Tahun 1999, bulan ketujuh / Dari langit datang raja  besar teror.&#8221; Banyak pengikut Nostradamus menjadi resah karena menduga bahwa  inilah penglihatan sang peramal terkenal itu akan kiamat.</p>
<p>8. Y2K, 1  Januari 2000</p>
<p>Ketika abad lalu hampir berakhir, banyak orang khawatir  bahwa komputer akan menyebabkan kiamat. Permasalahannya, yang diketahui sejak  1970, adalah bahwa banyak komputer takkan bisa membedakan antara tahun 2000 dan  1900. Tak ada yang tahu pasti apa efeknya, tapi banyak yang menduga akan terjadi  bencana, mulai dari mati lampu massal hingga ledakan nuklir. Penjualan senjata  meningkat dan orang bersiap bertahan hidup dalam bunker (ruang bawah tanah),  tapi nyatanya tak banyak kesalahan terjadi ketika milenium baru  dimulai.</p>
<p>9. 5 Mei 2000</p>
<p>Kalau memang kesalahan Y2K tak terjadi,  maka bencana global dijamin akan terjadi oleh Richard Noone, pengarang buku  &#8220;5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster&#8221; di tahun 1997. Menurut Noone, massa es di  Antartika akan menjadi setebal 3 mil pada tanggal 5 Mei 2000 - suatu tanggal  yang juga bertepatan dengan sejajarnya planet-planet di tata surya, yang entah  bagaimana akan menyebabkan pembekuan global yang fatal. Tanggal itu berlalu dan  bumi belum beku, tapi buku itu malah panas di pasaran. Mungkin juga pemanasan  global mencegah terulangnya jaman es itu.</p>
<p>10. God&#8217;s Church Ministry,  musim gugur 2008</p>
<p>Menurut pendeta dari God&#8217;s Church, Ronald Weinland,  akhir jaman telah tiba - lagi. Bukunya di tahun 2006 &#8220;2008: God&#8217;s Final Witness&#8221;  menyatakan bahwa ratusan juta orang akan meninggal, dan di akhir 2006, &#8220;paling  lama 2 tahun tersisa sebelum dunia mengalami waktu terburuk sepanjang sejarah  manusia. Pada musim gugur 2008, Amerika akan tumbang sebagai negara berkuasa,  dan tak akan menjadi negara merdeka lagi,&#8221; dan buku itu juga mencatat, &#8220;Ronald  Weinland mempertaruhkan reputasinya sebagai nabi akhir jaman  Tuhan.&#8221;</p>
<p><span style="font-size: 11pt;font-family: 'Maiandra GD'">Nah, ke sepuluh  ramalam itu tidak terjadi, sehingga ada baiknya kita juga tidak khawatir  berlebihan tentang ramalan akhir jaman di tahun 2012. Bukankah banyak tulisan  yang menyebutkan tidak seorangpun akan tahu  waktunya&#8230;?</span></p>
<div class="nH">
<div class=" iE D E">
<div class="iH">
<div>
<div class="eeCDlc J-J5-Ji">
<div class="J-K-I J-J5-Ji J-K-I-Js-Kc J-K-I-Js-KK ">
<div class="J-J5-Ji J-K-I-Kv-H"></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/09/30/news/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>gelombang</title>
		<link>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/09/25/gelombang/</link>
		<comments>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/09/25/gelombang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 10:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nika.blog.uns.ac.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[
GELOMBANG…………..

 
 
 
 
 
 
 
 
 
buat semua teman-teman…..
tahukah apa gelombang itu?????????????
di fisika ada mata kuliah yang khusus mempelajari gelombaang
seperti apa ya gelombang itu????????????
Ini ada sedikit info,saya harap ini bermanfaat…………..
 
  Gelombang per definisi adalah sebuah gangguan yang merambat dalam ruang dan waktu. Penjelasan matematis dan detail tentang gelombang tidak diberikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 14pt">GELOMBANG…………..</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&amp;quot"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&amp;quot"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&amp;quot"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&amp;quot"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>buat semua teman-teman…..</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>tahukah apa gelombang itu?????????????</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>di fisika ada mata kuliah yang khusus mempelajari gelombaang</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>seperti apa ya gelombang itu????????????</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Ini ada sedikit info,saya harap ini bermanfaat…………..</strong></p>
<p class="Default" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&quot;color: windowtext"> </span></p>
<p class="Default" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&quot;color: windowtext"><span> </span></span><span style="font-size: 10pt"><span> </span><strong>Gelombang per definisi adalah sebuah gangguan yang merambat dalam ruang dan waktu. Penjelasan matematis dan detail tentang gelombang tidak diberikan dalam artikel ini </strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&amp;quot"> </span></p>
<h3>Gelombang Seismik (<em>Seismic Wave</em>)</h3>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in"><span lang="SV">Gelombang seismik adalah strain dinamik atau strain elastik yang berubah terhadap waktu yang merambat melalui material elastik seperti batuan sebagai tanggapan terhadap suatu gangguan dinamik. </span></p>
<p class="MsoNormal"><a title="Link Permanen : Gempa Bumi Buatan Dengan Teknologi Akustik Seismik" href="http://jackwardoyo.wordpress.com/2009/08/01/gempa-bumi-buatan-dengan-teknologi-akustik-seismik/">Gempa Bumi Buatan Dengan Teknologi Akustik Seismik</a></p>
<h2><strong>TEKNOLOGI AKUSTIK SEISMIK</strong></h2>
<p>Dr. Friedrich von Wachter. Seorang profesor teknik listrik terkemuka dari Universitas Heidelberg. Terkenal dengan risetnya di bidang pencitraan akustik dan seismik. Salah satu naskahnya membahas aplikasi teoritis penggabungan unit akustik parametrik untuk pencitraan bawah permukaan, khususnya untuk diterapkan dalam eksplorasi geologi dan pencarian minyak bumi.</p>
<p>Tampaknya Dr. von Wachter telah mengembangkan model aktif sebuah alat pencitraan seismik dengan metoda akustik. Dalam bisnis eksplorasi geologi dan minyak bumi, citra seismik umumnya tergantung pada peledak mekanis, semacam dinamit atau truck thumper untuk mengirimkan gelombang kejut ke dalam bumi. Hasil pembiasan gelombang seismik lalu dicatat dan diproses dalam komputer untuk menghasilkan citra bawah permukaan.</p>
<p>Von Wachter menghilangkan elemen peledak dengan membuat alat elektronik untuk menghasilkan gelombang kejut. Penggabungan akustik yang dimaksud disini berfungsi untuk mentransmisikan semburan suara frekuensi tinggi yang kemudian diubah menjadi rambatan gelombang seismik di dalam tanah.</p>
<p>Pengalaman selama ini, dengan sistem survey sonar menunjukkan bahwa gelombang frekuensi tinggi tidak mampu menyajikan penetrasi yang dibutuhkan untuk kedalaman tertentu. Sebagian besar gelombang mudah bias atau terbelokkan dekat permukaan tanah.</p>
<p>Tetapi alat von Wachter mampu mengkonsentrasikan semburan akustik yang menghasilkan bombardir gelombang suara terfokus yang lebih besar hingga sebagian besar prosentase tembusan gelombang melesak lebih dalam. Sepertinya von Wechter menggunakan tiga unit besar alat untuk mentransmisikan gelombang suara yang diperlukan.</p>
<p>Spekulasi hasil temuan von Wachter : jika gelombang dikirim dan diatur mengenai jalur-jalur sesar di kedalaman tertentu akan menyebabkan pergeseran jalur tersebut. Akibatnya adalah sebuah gempa bumi tektonik akan tercipta.</p>
<p>Gempa bumi buatan ini mempunyai ciri-ciri :</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">kedangkalan ekstrem (kurang      dari 3 km), sementara gempa ‘normal’ biasanya terjadi pada kedalaman 5-15      km dari permukaan dasar laut.</li>
<li class="MsoNormal">Gempa tektonik yang      dihasilkan memiliki amplitudo sekitar 7 skala Richter (cukup untuk membuat      kerusakan di permukaan bumi)</li>
</ul>
<p><strong><em><span style="color: red">(disarikan dari  teknologi dalam novel </span></em><span style="color: blue">Treasure of Genghis Khan</span><em><span style="color: red">,  karya Clive Cussler)</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&amp;quot"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&amp;quot"><span> </span>TERIMA KASIH</span>…………………<span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&amp;quot">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&amp;quot">SARAN DAN KRITIK DARI SEMUA PIHAK<span> </span>SANGAT SAYA BUTUHKAN DEMI KELANJUTAN KEDEPANNYA</span>……………………………<span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&amp;quot">..</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<h1>Gerak Harmonik Sederhana</h1>
<p style="text-align: justify"><strong>Pengantar</strong></p>
<p style="text-align: justify">Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak benda yang bergetar. Senar gitar yang sering anda main atau dimainkan oleh gitaris group band musik terkenal yang kadang membuat anda menjerit histeris bahkan sampai menangis tersedu-sedu, getaran garpu tala, getaran mobil ketika mesinnya dinyalakan atau ketika mobil mencium mobil lainnya hingga penumpangnya babak belur. Ingat juga ketika anda tertawa terpingkal-pingkal tubuh anda juga bergetar, demikian juga rumah anda yang bergetar dasyat hingga ambruk ketika terjadi gempa bumi. Sangat banyak contoh getaran dalam kehidupan kita, sehingga jika disebutkan satu persatu maka tentu sangat melelahkan. Silahkan dipikirkan sendiri contoh lainnya.</p>
<p style="text-align: justify">Getaran dan <a title="gelombang" href="http://www.gurumuda.com/pengertian-dan-jenis-jenis-gelombang/">gelombang</a> merupakan dua hal yang saling berkaitan. Gelombang, baik itu gelombang air laut, gelombang gempa bumi, gelombang suara yang merambat di udara; semuanya bersumber pada getaran. Dengan kata lain, getaran adalah penyebab adanya gelombang. Mengenai gelombang, selengkapnya akan kita pelajari pada pokok bahasan tersendiri. Sekarang terlebih dahulu kita pelajari pokok bahasan getaran. Semoga setelah mempelajari getaran, dirimu tidak ikut bergetar, apalagi ketika gurumu menyajikan soal-soal hitungan yang membuat dirimu mabuk kepayang.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><strong>GERAK HARMONIK</strong></p>
<p style="text-align: justify">Setiap gerak yang terjadi secara berulang dalam selang waktu yang sama disebut gerak periodik. Karena gerak ini terjadi secara teratur maka disebut juga sebagai gerak harmonik/harmonis. Apabila suatu partikel melakukan gerak periodik pada lintasan yang sama maka geraknya disebut gerak osilasi/getaran. Bentuk yang sederhana dari gerak periodik adalah benda yang berosilasi pada ujung pegas. Karenanya kita menyebutnya gerak harmonis sederhana. Banyak jenis gerak lain <em>(osilasi dawai, roda keseimbangan arloji, atom dalam molekul, dan sebagainya)</em> yang mirip dengan jenis gerakan ini, sehingga pada kesempatan ini kita akan membahasnya secara mendetail.</p>
<p style="text-align: justify">Dalam kehidupan sehari-hari, gerak bolak balik benda yang bergetar terjadi tidak tepat sama karena pengaruh gaya gesekan. Ketika kita memainkan gitar, senar gitar tersebut akan berhenti bergetar apabila kita menghentikan petikan. Demikian juga bandul yang berhenti berayun jika tidak digerakan secara berulang. Hal ini disebabkan karena adanya gaya gesekan. Gaya gesekan menyebabkan benda-benda tersebut berhenti berosilasi. Jenis getaran seperti ini disebut getaran harmonik teredam. Walaupun kita tidak dapat menghindari gesekan, kita dapat meniadakan efek redaman dengan menambahkan energi ke dalam sistem yang berosilasi untuk mengisi kembali energi yang hilang akibat gesekan, salah satu contohnya adalah pegas dalam arloji yang sering kita pakai. Pada kesempatan ini kita hanya membahas gerak harmonik sederhana secara mendetail, karena dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak jenis gerak yang menyerupai sistem ini.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><strong>GERAK HARMONIS SEDERHANA</strong></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Gerak harmonis sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah getaran benda pada pegas dan getaran benda pada ayunan sederhana. Kita akan mempelajarinya satu persatu.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><strong>Gerak Harmonis Sederhana pada Ayunan </strong></p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2112" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11a.jpg" alt="" width="246" height="230" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Ketika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya maka benda akan diam di titik kesetimbangan B. Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan, maka beban akan bergerak ke B, C, lalu kembali lagi ke A. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik, dengan kata lain beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana.</p>
<p style="text-align: justify"><strong><em>Besaran fisika pada  Gerak Harmonik Sederhana pada ayunan sederhana</em></strong></p>
<p style="text-align: justify"><em>Periode (T)</em></p>
<p style="text-align: justify">Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan sederhana memiliki periode alias waktu yang dibutuhkan benda untuk melakukan satu getaran secara lengkap. Benda melakukan getaran secara lengkap apabila benda mulai bergerak dari titik di mana benda tersebut dilepaskan dan kembali lagi ke titik tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">Pada contoh di atas, benda mulai bergerak dari titik A lalu ke titik B, titik C dan kembali lagi ke B dan A. Urutannya adalah A-B-C-B-A. Seandainya benda dilepaskan dari titik C maka urutan gerakannya adalah C-B-A-B-C.</p>
<p style="text-align: justify">Jadi periode ayunan (T) adalah waktu yang diperlukan benda untuk melakukan satu getaran (disebut satu getaran jika benda bergerak dari titik di mana benda tersebut mulai bergerak dan kembali lagi ke titik tersebut ). Satuan periode adalah sekon atau detik.</p>
<p style="text-align: justify"><em>Frekuensi (f)</em></p>
<p style="text-align: justify">Selain periode, terdapat juga frekuensi alias banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda selama satu detik. Yang dimaksudkan dengan getaran di sini adalah getaran lengkap. Satuan frekuensi adalah 1/sekon atau s<sup>-1</sup>. 1/sekon atau s<sup>-1 </sup>disebut juga hertz, menghargai seorang fisikawan. Hertz adalah nama seorang fisikawan tempo doeloe. Silahkan baca biografinya untuk mengenal almahrum eyang Hertz lebih dekat.</p>
<p style="text-align: justify"><em>Hubungan antara Periode dan Frekuensi</em></p>
<p style="text-align: justify">Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi selama satu detik/sekon. Dengan demikian selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah :</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2113" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11b.jpg" alt="" width="360" height="105" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah periode. Dengan demikian, secara matematis hubungan antara periode dan frekuensi adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2114" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11c.jpg" alt="" width="360" height="105" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><em>Amplitudo (f)</em></p>
<p style="text-align: justify">Pada ayunan sederhana, selain periode dan frekuensi, terdapat juga amplitudo. Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan. Pada contoh ayunan sederhana sesuai dengan gambar di atas, amplitudo getaran adalah jarak AB atau BC.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><strong>Gerak Harmonis Sederhana pada Pegas</strong></p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2115" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11d.jpg" alt="" width="462" height="279" /></p>
<p style="text-align: justify"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify"><strong><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></strong></p>
<p style="text-align: justify">Semua pegas memiliki panjang alami sebagaimana tampak pada gambar a. Ketika sebuah benda dihubungkan ke ujung sebuah pegas, maka pegas akan meregang (bertambah panjang) sejauh y. Pegas akan mencapai titik kesetimbangan jika tidak diberikan gaya luar (ditarik atau digoyang), sebagaimana tampak pada gambar B. Jika beban ditarik ke bawah sejauh y<sub>1</sub> dan dilepaskan (gambar c), benda akan akan bergerak ke B, ke D lalu kembali ke B dan C. Gerakannya terjadi secara berulang dan periodik. Sekarang mari kita tinjau hubungan antara gaya dan simpangan yang dialami pegas.</p>
<p style="text-align: justify"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify">Kita tinjau pegas yang dipasang horisontal, di mana pada ujung pegas tersebut dikaitkan sebuah benda bermassa m. Massa benda kita abaikan, demikian juga dengan gaya gesekan, sehingga benda meluncur pada permukaan horisontal tanpa hambatan. Terlebih dahulu kita tetapkan arah positif ke kanan dan arah negatif ke kiri. Setiap pegas memiliki panjang alami, jika pada pegas tersebut tidak diberikan gaya. Pada kedaan ini, benda yang dikaitkan pada ujung pegas berada dalam posisi setimbang (lihat gambar a). Untuk semakin memudahkan pemahaman dirimu,sebaiknya dilakukan juga percobaan.</p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2116" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11e.jpg" alt="" width="227" height="117" /></p>
<p style="text-align: justify">Apabila benda ditarik ke kanan sejauh +x (pegas diregangkan), pegas akan memberikan gaya pemulih pada benda tersebut yang arahnya ke kiri sehingga benda kembali ke posisi setimbangnya <em>(gambar b).</em></p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2117" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11f.jpg" alt="" width="243" height="190" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Sebaliknya, jika benda ditarik ke kiri sejauh -x, pegas juga memberikan gaya pemulih untuk mengembalikan benda tersebut ke kanan sehingga benda kembali ke posisi setimbang <em>(gambar c). </em></p>
<p style="text-align: justify"><em><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></em></p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2118" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11g.jpg" alt="" width="214" height="211" /></p>
<p style="text-align: justify">Besar gaya pemulih F ternyata berbanding lurus dengan simpangan x dari pegas yang direntangkan atau ditekan dari posisi setimbang (posisi setimbang ketika x = 0). Secara matematis ditulis :</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2119" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11h.jpg" alt="" width="360" height="105" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Persamaan ini sering dikenal sebagai hukum hooke dan dicetuskan oleh paman Robert Hooke. k adalah konstanta dan x adalah simpangan. Hukum Hooke akurat jika pegas tidak ditekan sampai kumparan pegas bersentuhan atau diregangkan sampai batas elastisitas. Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya pemulih alias F mempunyai arah berlawanan dengan simpangan x. Ketika kita menarik pegas ke kanan maka x bernilai positif, tetapi arah F ke kiri (berlawanan arah dengan simpangan x). Sebaliknya jika pegas ditekan, x berarah ke kiri (negatif), sedangkan gaya F bekerja ke kanan. Jadi gaya F selalu bekeja berlawanan arah dengan arah simpangan x. k adalah konstanta pegas. Konstanta pegas berkaitan dengan kaku atau lembut sebuah pegas. Semakin besar konstanta pegas (semakin kaku sebuah pegas), semakin besar gaya yang diperlukan untuk menekan atau meregangkan pegas. Sebaliknya semakin lembut sebuah pegas (semakin kecil konstanta pegas), semakin kecil gaya yang diperlukan untuk meregangkan pegas. Untuk meregangkan pegas sejauh x, kita akan memberikan gaya luar pada pegas, yang besarnya sama dengan F = +kx. Pegas dapat bergerak jika terlebih dahulu diberikan gaya luar. Amati bahwa besarnya gaya bergantung juga pada besar x (simpangan).</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Sekarang mari kita tinjau lebih jauh apa yang terjadi jika pegas diregangkan sampai jarak x = A, kemudian dilepaskan (lihat gambar di bawah).</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2120" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11i.jpg" alt="" width="244" height="190" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Setelah pegas diregangkan, pegas menarik benda kembali ke posisi setimbang (x=0). Ketika melewati posisi setimbang, benda bergerak dengan laju yang tinggi karena telah diberi percepatan oleh gaya pemulih pegas. Ketika bergerak pada posisi setimbang, gaya pegas = 0, tetapi laju benda maksimum.</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2121" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11j.jpg" alt="" width="261" height="232" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Karena laju benda maksimum maka benda terus bergerak ke kiri. Gaya pemulih pegas kembali memperlambat gerakan benda sehingga laju benda perlahan-lahan menurun dan benda berhenti sejenak ketika berada pada x = -A. Pada titik ini, laju benda = 0, tetapi gaya pegas bernilai maksimum, di mana arahnya menuju ke kanan (menuju posisi setimbang).</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2122" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11k.jpg" alt="" width="245" height="233" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Benda tersebut bergerak kembali ke kanan menuju titik setimbang karena ditarik oleh gaya pemulih pegas tadi. Gerakan benda ke kanan dan ke kiri berulang secara periodik dan simetris antara x = A dan x = -A.</p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2123" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11l.jpg" alt="" width="252" height="243" /></p>
<p style="text-align: justify">Besaran fisika pada Gerak Harmonik Sederhana pada pegas pada dasarnya sama dengan ayunan sederhana, yakni terdapat periode, frekuensi dan amplitudo. Jarak x dari posisi setimbang disebut simpangan. Simpangan maksimum alias jarak terbesar dari titik setimbang disebut amplitudo (A). Satu getaran Gerak Harmonik Sederhana pada pegas adalah gerak bolak balik lengkap dari titik awal dan kembali ke titik yang sama. Misalnya jika benda diregangkan ke kanan, maka benda bergerak mulai dari titik x = 0, menuju titik x = A, kembali lagi ke titik x = 0, lalu bergerak menuju titik x = -A dan kembali ke titik x = 0 <em>(bingung yach ?).</em> Dipahami perlahan-lahan ya…</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><strong>Bagaimana osilasi/getaran pada pegas yang digantungkan secara vertikal ?</strong></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Pada dasarnya osilasi alias getaran dari pegas yang digantungkan secara vertikal sama dengan getaran pegas yang diletakan horisontal. Bedanya, pegas yang digantungkan secara vertikal lebih panjang karena pengaruh gravitasi yang bekerja pada benda <em>(gravitasi hanya bekerja pada arah vertikal, tidak pada arah horisontal). </em>Mari kita tinjau lebih jauh getaran pada pegas yang digantungkan secara vertikal…</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2124" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11m.jpg" alt="" width="210" height="301" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Pada pegas yang kita letakan horisontal (mendatar), posisi benda disesuaikan dengan panjang pegas alami. Pegas akan meregang atau mengerut jika diberikan gaya luar (ditarik atau ditekan). Nah, pada pegas yang digantungkan vertikal, gravitasi bekerja pada benda bermassa yang dikaitkan pada ujung pegas. Akibatnya, walaupun tidak ditarik ke bawah, pegas dengan sendirinya meregang sejauh x<sub>0</sub>. Pada keadaan ini benda yang digantungkan pada pegas berada pada posisi setimbang.</p>
<p style="text-align: justify">Berdasarkan <a title="hukum II Newton" href="http://www.gurumuda.com/hukum-newton-2/">hukum II Newton</a>, benda berada dalam keadaan setimbang jika gaya total = 0. Gaya yang bekerja pada benda yang digantung adalah gaya pegas (F<sub>0</sub> = -kx<sub>0</sub>) yang arahnya ke atas dan gaya berat (w = mg) yang arahnya ke bawah. Total kedua gaya ini sama dengan nol. Mari kita analisis secara matematis…</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2125" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11n.jpg" alt="" width="360" height="105" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Gurumuda tetap menggunakan lambang x agar anda bisa membandingkan dengan pegas yang diletakan horisontal. Dirimu dapat menggantikan x dengan y. Resultan gaya yang bekerja pada titik kesetimbangan = 0. Hal ini berarti benda diam alias tidak bergerak.</p>
<p style="text-align: justify">Jika kita meregangkan pegas (menarik pegas ke bawah) sejauh x, maka pada keadaan ini bekerja gaya pegas yang nilainya lebih besar dari pada gaya berat, sehingga benda tidak lagi berada pada keadaan setimbang (perhatikan gambar c di bawah).</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2126" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11o.jpg" alt="" width="331" height="347" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Total kedua gaya ini tidak sama dengan nol karena terdapat pertambahan jarak sejauh x; sehingga gaya pegas bernilai lebih besar dari gaya berat. Karena terdapat gaya pegas (gaya pemulih) yang berarah ke atas maka benda akan bergerak ke atas menuju titik setimbang. (sambil lihat gambar di bawah ya).</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2127" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11p.jpg" alt="" width="331" height="347" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Pada titik setimbang, besar gaya total = 0, tetapi laju gerak benda bernilai maksimum (v maks), sehingga benda bergerak terus ke atas sejauh -x. Laju gerak benda perlahan-lahan menurun, sedangkan besar gaya pemulih meningkat dan mencapai nilai maksimum pada jarak -x. Setelah mencapai jarak -x, gaya pemulih pegas menggerakan benda kembali lagi ke posisi setimbang (lihat gambar di bawah). Demikian seterusnya. Benda akan bergerak ke bawah dan ke atas secara periodik. Dalam kenyataannya, pada suatu saat tertentu pegas tersebut berhenti bergerak karena adanya gaya gesekan udara.</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2128" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11q.jpg" alt="" width="331" height="347" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">Semua benda yang bergetar di mana gaya pemulih F berbanding lurus dengan negatif simpangan (F = -kx), maka benda tersebut dikatakan melakukan gerak harmonik sederhana (GHS) alias Osilator Harmonik Sederhana (OHS).</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><em>Contoh soal 1 :</em></p>
<p style="text-align: justify">Sebuah benda digantungkan pada sebuah tali yang digantung vertikal. Benda tersebut ditarik ke samping dan dilepaskan sehingga benda bergerak bolak balik di antara dua titik terpisah sejauh 20 cm. Setelah 20 detik dilepaskan, benda melakukan getaran sebanyak 40 kali. Hitunglah frekuensi, periode dan amplitudo getaran benda tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Panduan jawaban :</p>
<p style="text-align: justify">a) Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan benda selama satu detik. Benda melakukan getaran sebanyak 40 kali selama 20 detik. Dengan demikian, selama 1 detik benda tersebut melakukan getaran sebanyak 2 kali (40 / 20).</p>
<p style="text-align: justify">b) Periode adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran (T).</p>
<p style="text-align: justify">T = 1/f = ½ = 0,5 sekon</p>
<p style="text-align: justify">Jadi benda melakukan satu getaran selama 0,5 detik.</p>
<p style="text-align: justify">c) Amplitudo adalah simpangan maksimum diukur dari titik keseimbangan. Karena benda bergerak bolak balik alias melakukan getaran di antara dua titik terpisah sejauh 20 cm, maka amplitudo getaran benda adalah setengah dari lintasan yang dilalui benda tersebut. Dengan demikian, amplitudo = ½ (20 cm) = 10 cm</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><em>Contoh soal 2 :</em></p>
<p style="text-align: justify">Sebuah benda digantungkan pada sebuah pegas dan berada pada titik kesetimbangan. Benda tersebut ditarik ke bawah sejauh 5 cm dan dilepaskan. Jika benda melalui titik terendah sebanyak 10 kali selama 5 detik, tentukanlah frekuensi, periode dan amplitudo getaran benda tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">Panduan jawaban :</p>
<p style="text-align: justify">a)      Frekuensi</p>
<p style="text-align: justify">Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan benda selama satu detik. Pada soal dikatakan bahwa benda tersebut melewati titik terendah sebanyak 10 kali selama 5 detik. Agar benda bisa melewati titik terendah maka benda tersebut pasti melakukan getaran (gerakan bolak balik dari titik terendah menuju titik tertinggi dan kembali lagi ke titik terendah). Karena benda melewati titik terendah sebanyak 10 kali selama 5 detik maka dapat dikatakan bahwa benda melakukan getaran sebanyak 10 kali selama 5 detik. Dengan demikian, selama 1 detik benda tersebut melakukan getaran sebanyak 2 kali (10 / 5).</p>
<p style="text-align: justify">b)      Periode</p>
<p style="text-align: justify">Periode adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran (T).</p>
<p style="text-align: justify">T = 1/f = ½ = 0,5 sekon</p>
<p style="text-align: justify">Jadi benda melakukan satu getaran selama 0,5 detik.</p>
<p style="text-align: justify">c) Amplitudo adalah simpangan maksimum diukur dari titik keseimbangan. Pada soal di atas, amplitudo getaran benda adalah 5 cm</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><em>Contoh soal 3 :</em></p>
<p style="text-align: justify">Sebuah sedan bermassa 1200 kg ditumpangi 3 orang yang memiliki massa total 200 kg. Pegas mobil tersebut tertekan sejauh 5 cm. Anggap saja percepatan gravitasi = 10 m/s<sup>2</sup></p>
<p style="text-align: justify">Hitunglah :</p>
<p style="text-align: justify">a) konstanta pegas mobil tersebut</p>
<p style="text-align: justify">b) berapa jauh pegas sedan tersebut tertekan jika sedan dinaiki 4 orang dan bagasinya dipenuhi dengan muatan sehingga total massa adalah 300 kg ?</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><em>Panduan jawaban :</em></p>
<p style="text-align: justify">Pegas sedan mulai tertekan ketika dimuati beban bermassa 200 kg. Dengan demikian massa sedan tidak disertakan dalam perhitungan, karena ketika sedan tidak dimuati beban, pegas sedan berada pada posisi setimbang.</p>
<p style="text-align: justify">a)      konstanta pegas</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2129" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11r.jpg" alt="" width="360" height="105" /></p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify">b)      apabila sedan dimuati beban bermassa 300 kg, maka</p>
<p style="text-align: justify"><!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2130" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/11s.jpg" alt="" width="383" height="105" /></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="color: #000000"><strong>Referensi :</strong></span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Giancoli, Douglas C., 2001, <em>Fisika Jilid I (terjemahan),</em> Jakarta : Penerbit Erlangga</p>
<p style="text-align: justify">Halliday dan Resnick, 1991, <em>Fisika Jilid I, Terjemahan,</em> Jakarta : Penerbit Erlangga</p>
<p style="text-align: justify">Tipler, P.A.,1998, <em>Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), </em>Jakarta : Penebit Erlangga</p>
<p style="text-align: justify">Young, Hugh D. &amp; Freedman, Roger A., 2002, Fisika <em>Universitas (terjemahan),</em> Jakarta : Penerbit Erlangga</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;Aardvark Cafe&amp;quot"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/09/25/gelombang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/09/01/hello-world/</link>
		<comments>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/09/01/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 13:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to UNS Social Network ™.
Terima Kasih telah menggunakan blog staff UNS. Selamat menggunakan blog. Untuk Kesulitan silahkan ym dengan admin YM :  w4ww4n , you_dhi_aks, dan hendri_des
Atau kunjungi blog admin
Admin 1 :Ardian M. Prastiawan 
Admin 2 :Sri Wahyudi (FMIPA)
Admin 3 :Hendri Desitwanto (FKIP)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://blog.uns.ac.id/">UNS Social Network ™</a>.<br />
Terima Kasih telah menggunakan blog staff UNS. Selamat menggunakan blog. Untuk Kesulitan silahkan ym dengan admin YM :  w4ww4n , you_dhi_aks, dan hendri_des</p>
<p>Atau kunjungi blog admin<br />
Admin 1 :<a href="http://wa2n.staff.uns.ac.id">Ardian M. Prastiawan </a><br />
Admin 2 :<a href="http://yudi.staff.uns.ac.id">Sri Wahyudi (FMIPA)</a><br />
Admin 3 :<a href="http://hendri.staff.uns.ac.id">Hendri Desitwanto (FKIP)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nika.blog.uns.ac.id/2009/09/01/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

